Selasa, 25 Maret 2014

7 Kesedihan Pesepakbola yang Tertangkap Kamera


1. Mario Balotelli



Mario Balotelli yang tak kuasa membendung air matanya ketika ditarik keluar oleh Clarence Seedorf dan digantikan oleh Giampaolo Pazzini di menit 73 ketika timnya masih tertinggal 2-1 dari Napoli di San Paolo. Balotelli terlihat menangis di bangku pemain dan di akhir laga, Rossoneri takluk 3-1.

Ada dua teori penyebab Balotelli menangis. Pertama, ia menangis karena ejekan berbau rasis oleh para suporter tuan rumah. Dan yang kedua -- yang paling masuk akal -- karena di pekan ini ia baru saja dipastikan menjadi seroang ayah berdasarkan hasil tes DNA. Pia, nama sang anak yang sudah berusia setahun lebih, tinggal di Naples bersama ibunya, Raffaella Fico. Mungkin Balotelli sudah menyiapkan selebrasi spesial kepada mereka, namun ia tampil underperform. Balo gagal dan ia pun menangis.
Sesederhana itu



2. Paul Gascoigne



Salah satu momen paling menguras emosi yang pernah terlihat di lapangan hijau. Gelandang timnas Inggris Paul Gascoigne menjadi pusat perhatian di Stadio Delle Alpi dalam babak empat besar Piala Dunia 1990 melawan Jerman. Ketika kedudukan masih terkunci 1-1, eks pemain Tottenham Hotspur itu melakukan ganjalan keras kepada Thomas Berthold dan ia mendapat kartu kuning dari wasit. Artinya, jikalau Inggris lolos ke final, Gascoigne tak akan bermain di partai puncak. Gazza lalu menangis tersedu-sedu. The Three Lions akhirnya takluk via adu penalti dan melenggangkan Jerman untuk menjuarai turnamen tersebut.



3. Romario



Usai golnya membawa Brasil meraih trofi Piala Dunia keempat di Amerika Serikat, Romario tentu berharap bisa kembali tampil membela negaranya di Piala Dunia 1998 di Prancis untuk mempertahankan gelar sekaligus menghadirkan kombinasi penyerang mematikan bersama Rivaldo dan Ronaldo. Sayang, menjelang turnamen akbar tersebut, ia mengalami cedera otot dan harus bergelut dengan waktu agar bisa masuk dalam skuat Mario Zagallo. Sayang, sehari sebelum pengumuman skuat Selecao itu diumumkan, Romario menyadari dirinya tak bisa pulih tepat waktu dan air mata mengucur deras darinya.



4. Samuel Kuffour



Samuel Kuffour menjadi orang yang paling sedih di Camp Nou ketika final Liga Champions 1999. Di saat timnya Bayern Munich sudah unggul 1-0 hingga menit 90, Manchester United secara ajaib mampu mencetak dua gol di injury time. Reaksi murung luar biasa jelas tampak di wajah seluruh pemain Bayern dan memuncak pada Kuffour. Bek Ghana ini terbaring lesu di lapangan sambil terus menangis selama beberapa menit setelah Ole Gunnar Solskjaer mencetak gol penentu kemenangan Setan Merah.



5. Franco Baresi



Meski dikenal sebagai bek tertangguh yang pernah dilahirkan oleh AC Milan, Franco Baresi punya beberapa momen mengecewakan yang membuatnya menangis. Seperti saat dia gagal mengeksekusi penalti dalam adu tos-tosan melawan Brasil di final Piala Dunia 1994, dalam penampilan terakhirnya bersama Italia. Ia kembali menitikkan air mata ketika melakoni partai terakhirnya berama Rossoneri pada 1997.



6. Michael Ballack



Spoiler for kenapa mengapa:
Usai rampung mengalahkan tuan rumah nan mengejutkan bernama Korea Selatan di babak semi-final Piala Dunia 2002, Michael Ballack justru tampak bersedih. Pasalnya, ia tak boleh tampil di partai puncak akibat akumulasi kartu. Empat menit setelah ia diberi kartu kuning, ia memberikan persembahan terakhir kepada Jerman lewat gol semata wayangnya ke gawang Korsel.



7. Squad Korea Utara



Menjadi negara kejutan yang lolos ke Piala Dunia 2010, Korea Utara tergabung satu grup dengan Portugal, Pantai Gading, dan Brasil. Nama terakhir menjadi lawan pertama yang dihadapi Korea Utara. Begitu lagu kebangsaan Korea Utara dikumandangkan, satu per satu para pemain mereka menitikkan air mata. Jong Tae-Se, salah satu pemain kelahiran Jepang yang mendapat kewarganegaraan Korut, tampak menangis terharu mengingat betapa bangga dirinya bisa tampil di sana.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar